cari apa saja yang sudah ditulis cak-Senu

Feed RSS

 Apa sih RSS itu?
Sebagai blogger pemula kita pasti sering liat logo seperti di atas.
RSS itu adalah versi sederhana dari isi blog atau website kita.
Mari kita sama-sama klik [disini] untuk mengetahui lebih jauh apa RSS da Feed itu... [+] selengkapnya...

sawah dan petani

Pernahkah kalian bermain ke sawah? Aku ini adalah anak desa. Maksudnya tempat tinggalku memang di desa. Meski Bapak Ibuku pegawai negeri dan tidak mempunyai sawah, tetapi SD tempat aku sekolah dulu punya lahan sawah yang cukup luas. Sejak kelas 3 sampai 5 SD, setiap musim tanam, pembersihan gulma, panen, bahkan saat pembajakan tanah sawah, aku selalu ikut pergi ke sawah. Pengalaman yang sangat indah...

Sayang sekali sekarang ini lahan sawah sudah banyak berkurang. Banyak lahan sawah yang dibuka untuk dijadikan tempat mendirikan rumah. Semakin padat populasi penduduk, semakin banyak pula kebutuhan akan tempat tinggal.

Perubahan budaya yang ada di sekitar kita, juga mempengaruhi semakin sempitnya lahan sawah. Sedikit orang yang masih mau mengambil atau menekuni profesi menjadi petani. Kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa profesi sebagai petani adalah profesi rendahan, tidak bergensi. Bertani adalah pekerjaan kasar bersama lumpur dan bau busuk. Bekerja sebagai petani hanya cocok untuk orang miskin.
Generasi petani yang tersisa saat ini kebanyakan adalah generasi tua. Jika mereka sudah tidak mampu lagi menjadi petani, siapa yang akan meneruskannya??
[+] selengkapnya...

apakah Tuhan juga menciptakan kejahatan?

bagus untuk dibaca nie...
tak ambil dari artikel Mas Mahmud di fesbuk...

Ada sebuah cerita yang terjadi saat perkuliahaan, antara para mahsiswa dengan professor mereka. sang professor nampaknya hendak mencari pembenaran atas faham atheisnya atau apalah itu.

professor memulai kuliah itu dengan sebuah pertanyaan
" anak-anak mahasiswa, apakah kalian setuju bila saya katakan segala sesuatu di alam raya ini Tuhanlah penciptanya?

Mahasiswa :"iya betul prof"

professor :"kalau anda setuju, apakah anda juga setuju bila saya katakan bahwa Tuhan juga menciptakan Kejahatan"

Mahasiswa :" iya, pastinya begitu prof"

professor " bila Tuhan menciptakan kejahatan, dan kita bisa ambil kesimpulan asumsi, bahwa seseorang atau juga Tuhan bisa disifatkan dari apa yang dia ciptakan, maka apakah anda setuju juga bila saya katakan bahwa Tuhan adalah jahat?".

sampai pada titik ini, para mahasiswa tersenyum kecut dan nampak wajah ingah-ingihnya. dan si professor seakan menepuk dada, karena telah mementahkan anggapan mahasiswanya tentang ketuhanan.

tak berapa lama kemudian seorang mahasiswa mengangkat jarinya dan mulai bicara.
“professor, saya juga punya pertanyaan untuk anda” kata mahasiswa itu
“pertama, apakah dingin itu ada prof?” tanyanya kemudian.

“jelas ada, dingin itu ada?” jawab sang professor

“salah professor” sanggah si mahasiswa mengejutkan sang professor berikut seisi kelas itu
“dingin itu tidak ada prof, dingin itu kemudian ada karena kenihilan panas, ketiadaan panas, suhu -490 f, adalah keadaan dalam hukum fisika yang dideskripsikan sebagai ketiadaan panas, yang kemudian manusia menciptakan kata “dingin” untuk kondisi itu” urai sang mahasiswa dengan gamblang.

“kedua professor, apakah gelap itu ada?” lanjutnya.

“jelas ada, gelap ada” jawab sang professor

“sekali lagi anda salah prof” sanggah sang mahasiswa sekali lagi mengejutkan sang professor berikut seiosi kelas yang ikut mendengarkan dialog ini
“gelap itu tidak ada prof, gelap kemudian ada dikarenakan ketiadaan cahaya, gelap tidak bisa di pelajari prof, sedangkan cahaya bisa kita pelajari, cahaya yang memantul dari prisma kaca, memantulkan cahaya berwarna-warni yang semua dapat kita pelajari dan kita ukur, berikut kegunaan masing-masing, sedangkan gelap? Tidak dapat di pelajari” urainya sekali lagi dengan mantap.
“dan sekarang pertanyaan terakhir prof, apakah kejahatan itu ada?” Tanya sang mahasiswa.

“ya jelaslah ada, seperti yang saya utarakan di atas tadi kan?” jawab sang professor

“dan sekali lagi professor, anda salah untuk kesekian kalinya” bantah sang mahasiswa.
“kejahatan itu tidak ada prof, kejahatan itu ada karena ketidak hadiran Tuhan dalam diri seseorang, ibarat cahaya, Tuhan adalah cahaya itu, dan bila tidak ada cahaya dalam dada seseorang, maka otomatis gelaplah dadanya, dan pada kondisi demikian kita ciptakan kata “kejahatan” yang sebanarnya tidak ada itu” urai si mahasiswa.
Dan Sang professorpun terdiam……..
[+] selengkapnya...

mata, otak dan hati

ini sepenggal cerita tentang Abu Nawas. kita kenal Abu Nawas adalah tokoh dalam cerita komedi. komedi yang tidak hanya komedi ngelantur karena selalu mengangkat tema "filsafat hidup". dalam dunia islam Abu Nawas adalah tokoh "sufi"
ya..gitu..sebenarnya dia tu "wiseman" yang menyampaikan dengan cara komedi.

ini ceritanya:

Seorang murid Abu Nawas ada yang sering mengajukan macam-macam pertanyaan. Tak jarang ia juga mengomentari ucapan-ucapan Abu Nawas jika sedang memperbincangkan sesuatu. Ini terjadi saat Abu Nawas menerima tiga orang tamu yang mengajukan beberapa pertanyaan kepada Abu Nawas.

“Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?” ujar orang yang pertama.

“Orang yang mengerjakan dosa kecil,” jawab Abu Nawas.

“Mengapa begitu,” kata orang pertama mengejar.

“Sebab dosa kecil lebih mudah diampuni oleh Allah,” ujar Abu Nawas. Orang pertama itupun manggut-manggut sangat puas dengan jawaban Abu Nawas.

Giliran orang kedua maju. Ia ternyata mengajukan pertanyaan yang sama, “Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?” tanyanya.

“Yang utama adalah orang yang tidak mengerjakan keduanya,” ujar Abu Nawas.

“Mengapa demikian?” tanya orang kedua lagi.

“Dengan tidak mengerjakan keduanya, tentu pengampunan Allah sudah tidak diperlukan lagi,” ujar Abu Nawas santai. Orang kedua itupun manggut-manggut menerima jawaban Abu Nawas dalam hatinya.

Orang ketiga pun maju, pertanyaannya pun juga seratus persen sama. “Manakah yang lebin utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?” tanyanya.

“Orang yang mengerjakan dosa besar lebih utama,” ujar Abu Nawas.

“Mengapa bisa begitu?” tanya orang ktiga itu lagi.

“Sebab pengampunan Allah kepada hamba-Nya sebanding dengan besarnya dosa hamba-Nya,” ujar Abu Nawas kalem. Orang ketiga itupun merasa puas argumen tersebut. Ketiga orang itupun lalu beranjak pergi.

***

Si murid yang suka bertanya kontan berujar mendengar kejadian itu. “Mengapa pertanyaan yang sama bisa menghasilkan tiga jawaban yang berbeda,” katanya tidak mengerti.

Abu Nawas tersenyum. “Manusia itu terbagi atas tiga tingkatan, tingkatan mata, tingkatan otak dan tingkatan hati,” jawab Abu Nawas.

“Apakah tingkatan mata itu?” tanya si murid.

“Seorang anak kecil yang melihat bintang di langit, ia akan menyebut bintang itu kecil karena itulah yang tampak dimatanya,” jawab Abu Nawas memberi perumpamaan.

“Lalu apakah tingkatan otak itu?” tanya si murid lagi.

“Orang pandai yang melihat bintang di langit, ia akan mengatakan bahwa bintang itu besar karena ia memiliki pengetahuan,” jawab Abu Nawas.

“Dan apakah tingkatan hati itu?” Tanya si murid lagi.

“Orang pandai dan paham yang melihat bintang di langit, ia akan tetap mengatakan bahwa bintang itu kecil sekalipun ia tahu yang sebenarnya bintang itu besar, sebab baginya tak ada satupun di dunia ini yang lebih besar dari Allah SWT,” jawab Abu Nawas sambil tersenyum.

dikutip dari Sumber : sufiz.com [+] selengkapnya...

hatiku yang kecil

hatiq cuma ada satu tempat..
dan disitu sudah ada "Tuhan"
Tuhan begitu "Besar" sehingga hatiku sepertinya tidak cukup untukNya...

hatiku yang kecil, mudah luluh lantah tersapu riak air yang hanya disebabkan oleh kerikil....

hatiku yang kecil, mudah jatuh hilang di kerumunan gemerlap dunia..susah sekali menemukanya kembali...

aku selalu berdoa...semoga Tuhan selalu menggenggam hatiku yang kecil... [+] selengkapnya...